Cara Memilih HRIS yang Tepat untuk UKM: 5 Hal yang Wajib Dicek
Memilih HRIS (Human Resource Information System) bisa membingungkan — terutama untuk UKM yang baru pertama kali beralih dari Excel dan kertas ke sistem digital. Berikut 5 hal yang wajib Anda cek sebelum memutuskan:
1. Apakah Fiturnya Sesuai Kebutuhan — Tidak Berlebihan?
Banyak HRIS enterprise menjual fitur yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Untuk UKM 10—100 karyawan, fitur esensial yang harus ada:
Fitur seperti recruitment ATS, learning management, atau succession planning biasanya baru relevan untuk perusahaan 500+ karyawan.
2. Apakah Bisa Diakses dari Ponsel?
Karyawan lapangan, staf toko, atau tim yang sering mobile harus bisa akses HRIS dari HP. Pastikan sistemnya responsif di browser ponsel — atau lebih baik lagi, punya aplikasi mobile. Tidak perlu install server atau VPN.
3. Berapa Biaya Sebenarnya?
Hati-hati dengan harga murah di depan yang ternyata punya hidden cost:
- Biaya setup / implementasi
- Biaya training
- Biaya per modul (absensi sendiri, payroll sendiri)
- Biaya support
Model paling aman untuk UKM: **langganan per karyawan per bulan, all-in.** Anda tahu persis berapa keluar setiap bulan.
4. Seberapa Mudah Migrasi Data?
Kalau Anda sudah punya data karyawan di Excel atau software lama, tanyakan: apakah vendor membantu migrasi? Berapa lama prosesnya? Apakah ada template yang bisa langsung di-import?
HRYS menyediakan template import dan tim support yang membantu proses migrasi — biasanya selesai dalam 1—3 hari.
5. Support Seperti Apa yang Anda Dapat?
Ketika ada masalah di hari penggajian, Anda tidak bisa menunggu 2 hari untuk balasan email. Pastikan vendor menyediakan:
- Support WhatsApp / chat real-time
- Jam operasional yang jelas
- SLA response time
**Kesimpulan:** Jangan tergiur fitur banyak. Pilih HRIS yang esensial, mudah dipakai, dan didukung tim yang responsif — karena sistem HR yang tidak dipakai karyawan sama saja dengan tidak punya.